Vaksin!

I never imagine that I would have two shots -rabies vaccine- because of my own dog! Sumpah. Mimpipun saya nggak pernah. Tapi kenyataannya adalah I was bitten by my own dog, Bombom, which is a bomber, few months ago. Dan nggak tanggung-tanggung, saya digigitnya di bagian (maaf) pantat! What a shame

Sebenarnya kejadiannya sudah berlangsung agak lama. Tapi kenapa baru saya ceritain sekarang? Karena saya baru saja divaksin sekitar seminggu lalu dan pagi tadi saya dapat suntikan kedua (baru tau kalo suntikan rabies itu berkala -_-). Jadi ceritanya, dulu itu habis digigit Bombom, saya nggak langsung pergi ke rumah sakit untuk vaksin. Alasannya karena waktu itu lukanya kecil (tapi dalem), dan gigi + air liur anjing saya nggak kena kulit secara langsung (buktinya celana saya nggak ada robek sedikitpun) dan karena saya takut jarum suntik. Nah seminggu lalu (lebih deh kayaknya), adik Mama saya, Mbak Titin kembali jadi korban kesensitifan Bombom. Ini nih, gara-gara si mbak ini cerita ke Mama & Ajik kalo rabies itu efeknya baru terlihat setelah enam sampai satu tahun ke depan, jadi deh malam itu, malam minggu, saya inget banget abisan waktu itu ada si pacar di rumah, mereka semua berhasil membawa saya ke UGD RSU Tabanan untuk divaksin. Divaksin sodara-sodara!

Entah karena apa bayangan tentang jarum suntik itu selalu berhasil bikin saya mual dan mendadak pusing. Sumpah, takut! Sesampainya di RS, Ajik membantu saya menjelaskan kronologi kejadian beberapa bulan lalu kepada perawat dan dokter jaga. Saya dimintai KTP, menebus vaksin di denpo obat, dan here we go. Saya yakin waIni dia nih si vaksin rabiesnya ktu itu muka saya sudah pucat pasi membayangkan dua suntikan di lengan kanan dan kiri saya. Mereka yang mengantar saya (Ajik, Mama, Mbak Titin dan pacar) cuma ketawa-ketawa nggak jelas. Bete…

Biar dikata nggak sakit atau apa, pokoknya saya nggak mau disuntik lagi. Huuuuft, sambil peluk perut Ajik yang buncit jadi juga malam itu saya disuntik. Tadi pagi juga. Dan kata dokternya, jadwal berikutnya tanggal 28. Boleh kabur nggak, ya?

By the way, saya baru pulang ngedate nih. Barusan si pacar ngajakin nyoba makan di Cebar-Cebur, tempat makan steamboat dan yakiniku punya temennya. Habis itu shopping buku deh. Lumayan, tiga novel baru siap dijamah. Tiba-tiba lupa aja gitu sama lengan kanan yang bengkak habis disuntik :D

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s