End of Story – Bye BDP

Hello Friday! This is my first writing on March, dan ternyata ini sudah pertengahan bulan, yah? Padahal akhir Februari kemarin saya sudah bikin banyak sekali must to do list untuk bulan Maret, termasuk salah satunya task untuk lebih sering menulis (haha :p). Tapi yah, ternyata, semua nggak bisa berjalan sesuai rencana. Kalo kayak gini saya selalu tiba-tiba inget kata orang tua, manusia cuma bisa berencana, Tuhan yang menentukan.

Oke, saya mulai cerita dari panggilan untuk medical check up dari BCA akhir Februari kemarin. Akhirnya, keisengan buat apply program BDP BCA berbuah kegalauan tingkat maksimal. Tau-tau aja setelah dinamika kelompok dan interview HRD saya dipanggil untuk MCU alias medical check up. Kontan saya bingung, karena setau saya tahap nya ada yang terlewatkan, yaitu tahap interview user. Berkali-kali saya tanya sama mbak HRD yang memberi info, tapi mbaknya cuma nyuruh saya datang untuk mengambil surat keterangan.

Dengan pikiran yang masih bingung, saya datang ke BCA Hasanudin dan menerima surat pengantar untuk MCU ke klinik/ Laboratorium Nikki Medica. Dalam hati saya masih gelap banget rasanya, gile aja, masak secepat ini prosesnya? Saya langsung menghubungi beberapa teman seperjuangan saya di dinamika kelompok dan interview HRD kemarin. Ternyata tak satupun dari mereka yang dihubungi oleh pihak BCA which is mean I’m the only one yang lulus tahap ini.

Harusnya saya senang dong, ya? Eh tapi yang ada saya malah galau… Sanggup nggak saya hidup di Jakarta setahun? Sanggup nggak setelah pendidikan ditempatkan ke wilayah Indonesia Timur? Terngiang-ngiang juga kata-kata Bu Linda saat interview HRD kmarin, “Tidak ada jaminan untuk bisa kembali ke daerah asal…” Bagi saya yang notabenenya nggak pernah nge-kos (gimana mau ngekos, nginep aja susah :| ) ini bener-bener bikin galau. Kalo bole jujur saya pengen banget sih, tapi sekali lagi, saya harus siap sama semua konsekuensinya kalo saya bener-bener mau menjalani program ini. Bukan soal coba-coba lagi, ada ikatan yang harus dan wajib saya patuhi.

Diluar semua hal dalam diri saya yang bikin saya belum yakin, entah kenapa saya merasa berat untuk meninggalkan mama dan ajik. Dan benar sudah, di hari dimana saya seharusnya berangkat untuk MCU ke Laboratorium Nikki Medica, Ajik malah masuk UGD ada masalah sama perut dan ginjalnya :( Dilema: berangkat MCU – tapi Ajik nggak ada yang ngurusin – atau gimana???

Pilihan yang sulit. Di sela-sela omongan saudara dan teman-teman yang bilang “Kalo saya jadi kamu saya bakal ambil peluang itu, kapan lagi dapet kesempatan bagus kayak gini?” saya percaya, kesempatan itu masih ada. Merawat Ajik yang opname di RS juga kesempatan, kan? Kesempatan untuk jadi sulung yang bisa diandalkan. Pastinya :)

~Byebye BDP BCA, terimakasih untuk kesempatan
dan begitu banyak pelajaran berharganya…

Cooking Day

Berawal dari datangnya masa-masa nggak ada kerjaan alias pengangguran, saya yang memang hobi masak (walaupun gak terlalu bisa masak) akhirnya dapat titah untuk memasak dari mama hampir setiap pagi. Lumayan sih, daripada bengong nggak ada kerjaan dan emang dasarnya suka (suka makan apalagi :p), saya jadi bersemangat untuk mencoba resep-resep baru ataupun menciptakan resep kreasi saya sendiri. Kalo soal rasa, mmm, cuma yang udah mencicipi yang bisa ngasi komentar. Yang jelas, nggak hancur-hancur amat kok. Beneran. :D

Dan beberapa hari lalu, jadilah saya mempraktekkan resep kreasi saya sendiri yang saya namai Steam-egg with sweet corn and meatball (pake bahasa inggris, biar gaya dikit gitu :D ). Kebetulan hari itu seorang famili dari keluarga mama, saya memanggilnya Mbak Titin, sedang menginap di rumah gara-gara libur lebaran. Saya dan Mbak saya sibuk di dapur, dia dengan masakan penuh bumbunya, saya dengan masakan acakadul dengan bumbu yang, asli, ngarang total. Saya ingat sekali waktu mbak saya bertanya, “Masak apa, gek in?” Dan saya cuma menjawab, “Yang ini masak capcay, kalo yang ini nggak tau apa namanya, pokoknya dimakan aja deh nanti.”

Bahan-bahan masakannya antara lain, dua jagung manis berukuran kecil (dipisahkan dari hatinya), bakso yang diiris tipis (bisa pakai bakso ikan, ayam, dll), bawang bombai dan bawang merah diiris tipis, daun bawang, tomat diiris tipis, empat butir telur, bawang putih yang dicincang halus, keju parut, merica, garam, dan sedikit peyedap rasa.

Cara memasaknya simple banget, tumis cincangan bawang putih, disusul dg irisan bawang merah dan bawang bombai. Tunggu sampai bawang-bawangan itu agak layu, lalu masukkan jagung diikuti dengan irisan bakso dan daun bawang, juga tomat. Jangan lupa masukkan merica dan garam, kemudian masak sampai berbau harum, nggak perlu sampai matang. Next step, angkat tumisan, letakkan di mangkuk, kemudian masukkan empat butir telur. Tambahkan sedikit penyedap rasa kemudian kocok merata. Siapkan loyang tahan panas, lapisi dengan minyak atau margarin, lalu tuangkan adonan ke dalamnya. Taburi keju parut di atasnya, kemudian siap disteam hingga matang. Taraaaaa, steam-egg with sweet corn and meatball siap disantap.Kalau kata mbak saya, lebih mantap disantap dengan tambahan saus sambal sebagai pelengkap :D

Senja merah saga
dalam pelukan sepi,
mei datang
membawa satu nama
bersama kenangan
bersama suka-sedih-tawa: semua

Bisakah kita mengulang semua?
menjelajah jarak
juga waktu
bersama membunuh sepi
merajai hari
bercumbu di bawah langit
menyanyikan lagu-lagu
merasakan desiran-desiran memecah satu titik
membiarkan tubuh berbicara
menyatukan hati yang haus akan kasih
ah… mei.

Bisakah kita mengulang hari yang sama?
ketika nyanyian sunyi usai
kita berlari di bawah hujan menjelang malam
di akhir mei

“untuk kau yang lahir dari hatiku, yang (ternyata) sejak lama menjadi inspirasi coretan-coretanku, impian terliarku yang sempat jadi nyata.” 04052011

bercerita tentang realita (dan cinta)

apa sih maumu?
kemarin kau ajarkan aku untuk menyayangi dengan ketulusan
kepada siapapun aku tak berharap  dimengerti
sampai kau sentuh hatiku
dan berkata kami harus menyatu
dan berkata aku telah merasakanmu sebelum sadar bahwa itu kamu

lalu kamu juga menuntunku tuk percaya
aku lena, menikmati sepenuhnya
bermimpi, berharap, bercita-cita
berusaha meraihnya
lalu tersadar akan
realita

yang tak akan sama
dengan mimpi
harap
dan semua yang terencana

apa sih maumu?
datang dengan pesona
pergi meninggalkan luka

keepada cinta: seandainya kamu bisa berbicara dan menjawab semua, 03052011

Kepada Rindu

Rasanya sepanjang sisa hari ini konsentrasiku buyar. Tulisan-tulisanku tak ada yang kelar, revisi skripsi apalagi. Semuanya cuma gara-gara aku bertemu laki-laki itu di timeline twitter! Masih begitu hebatkah sensasi yang ditimbulkannya? Kenapa bisa?

Beberapa waktu lalu aku masih baik-baik saja, sibuk menumpahkan rasa lewat tulisan, nyeletuk nyeleneh di twitter sambil sesekali membalas sapa teman-teman di facebook. Tapi waktu namanya muncul di timeline, denyut itu seakan mempercepat geraknya dengan sendirinya. Semakin amburadul rasanya waktu aku tahu dia tampaknya membaca beberapa corat-coret tak pentingku di ‘rumahhujan’. Mati aku. Apa dayaku saat dia tahu aku masih menulis semua tentangnya? Ingin rasanya tiba-tiba ‘rumahhujan’ berubah menjadi tulisan-tulisan lain yang tak melodrama, fiksimini belaka, atau malah jadi stensilan? (hahaa :p) Yang pasti bukan tulisan-tulisan ini… Detik itu juga aku berpikir, sedikit terperangah, berusaha tak percaya, dia masih ada, tepatnya aku masih ada. Lama aku mengulang-ulang, sampai aku sadar, berapa kali aku harus dibuat GR dengan sebuah kebetulan? Kupatahkan harapan yang kubangun sendiri, tapi rindu berbulan-bulan ini sudah tak tertahankan lagi.

Kubuka profil facebooknya.

Kubuka profil twitternya.

Semenit, lima menit, sejam, dan aku mohon maaf pada Tuhan karena kelihatannya malam ini aku akan menangis lagi. Tak ada aku lagi di tiap kata nya. Dan luka ini belum benar-benar sembuh sepertinya…

‘Rumahhujan’ masih akan bercerita, tentang rasa.. Dan kepada rindu, cukup sudah semuanya, tenanglah, suatu saat kau akan dibasuhnya, saat melihatnya tak sisakan luka lagi…

untuk jawaban “nggak kok iseng aja” yang menyakitkan dan menenangkan, rasa itu benar-benar telah hilang: untukmu, 2mei2011