Waktu nulis ini, aku lagi sibuk nonton TV (sibuk?) yang isinya kebanyakan iklannya daripada acaranya sendiri. Hakz. Hari ini libur Jumat Agung dan aku bingung mau ngapain. Sebenarnya sih ada banyak kerjaan - beres-beres rumah belakang (yang kosong dan kutinggali sendiri), nyelesaiin kerjaan di kepanitiaan (olimpiade humaniora kedua yang tinggal beberapa hari lagi), ngerjain tugas kuliah (emangnya ada ya?) – tapi akunya yang males buat ngerjain itu semua. hahaa… Lebih enak rasanya males-malesan di depan tv, sambil smsan, sambil fesbukan, dan sambil mikirin mau jadi apa aku setelah lulus kuliah nanti.
Kuliah? Lulus? Kapaaaan???
Di saat temen-temen satu angkatan di atasku udah pada sibuk nyusun skripsi mereka, temen-temen seangkatanku udah mulai sibuk nyari judul buat proposal. Dan di saat-saat sibuk itu (sebenarnya jauh sebelumnya sih) aku ngerasa salah jurusan! Kaget? Yah, aku juga kok. Kaget sama linguistics, sama pragmatics, sama discourse, history of English literature, poem analysis, prose analysis, dan teman-teman sebangsanya. BUKAN AKU BANGET. Satu-satunya alasan kenapa aku ngambil PMDK sastra inggrisku adalah karena sejak SMP sampai SMA aku suka pelajaran bahasa inggris dan nilainya selalu bagus. Aku pikir memilih jurusan ini semuanya bakal menyenangkan, kayak waktu SMP SMA dulu… Tapi kemudian bertemulah aku dengan fonetik dan fonemik (ekh, ekh, beh, beh, ceh, ceh :p), berkenalan dengan history of English (King siapa berantem sama king siapa gara-gara rebutan Lady siapa?), dan morfosintaksis (NP dengan tree diagram yang aku gak ngerti sama sekali tapi dikasi A ama dosennya
), yang bikin aku menggila… T.T
Huuufftt, rasanya kuliah jadi semakin berat dan khayalan tentang masa kuliah yang jauh lebih santai dari masa SMA pudar sudah (halah). Kenyataan kuliah yang makin hari makin berat dibarengi dengan fakta kalo gak cuma aku yang kelenger
Kadang aku suka menyayangkan habisan ada beberapa teman yang gara-gara kulia yang menggila ini malah jadi agak berubah. Yang awalnya begitu asik diajak ngapain aja, sekarang beberapa (gak semuanya) mulai jadi gawat sendiri. Diajak ngobrol santai malah suka tegang-gawat-heboh sendiri sampai rasanya ngomong ama mereka kok ya jadi under pressure sendiri +.+ (Ima, u know what i mean
). Come on, haruskah semua itu bikin kita pelan-pelan jadi anti sosial? Untungnya di sela-sela segala tekanan dan kegawatan itu aku punya temen-temen yang selalu bisa bikin aku lega karena mereka sama nyantainya dan sama gilanya denganku (ima, fei, dee love u so so
) yang sama-sama punya mimpi buat nyelesaiin kuliah dalam waktu cepet tapi gak mau repot (wkwkwkwkwkwk).
Apapun itu yang aku tau cuma aku punya sebuah mimpi. Kenyataan kalo aku mulai merasa gak cocok sama kuliahku (Yang terlambat banget disadari) gak bakal menghentikan langkahku buat meraih mimpi-mimpi itu. Yang jelas, apa yang sudah menjadi pilihanku harus kujalani, apa yang kumulai harus kuselesaikan (astungkara), dan apa yang menjadi mimpi harus kuwujudkan. Iya, kan? Semangaaaaat ^^