Last Episode

dan hari itu telah terlewati…

akhir dari semua proses yang kita namai kuliah, tapi bukan akhir dari proses pembelajaran,
akhir dari kebersamaan dalam ruang, tapi bukan akhir dari persahabatan,
akhir dari reading, writing, listening, speaking,
juga akhir dari phonetic, SBI, pranata, dan teman-temannya,
akhir dari pinjem tugas- salin-kumpul,
juga akhir dari bolos-bolosan,

kita sudah melewatinya guys,
dan memaknai setiap langkah dengan senyuman,
semua warna yang telah kita ciptakan akan selalu jadi cerita yang kurindukan :)

bukit, 13 agustus 2011 -selamat wisuda buat teman-teman sasing AHE 07-

road to the last episode…

Hari ini, selasa 12 juli 2011, setelah sekian lama nggak ke bukit, akhirnya aku berangkat juga menuju kampus sendirian. Janjian ketemu di deket pos satpam rektorat jam setengah sembilan, sampe disana baru ada seorang temanku yang dengan antengnya menunggu ditemani pacar barunya (BB maksudnye :p)-_-. Akhirnya, setelah sekian lama satu persatu teman-temanku (yang kemarin janjian mau datang sekarang) muncul, kami semua, yang punya tujuan sama, mendaftar tiket kereta menuju kehidupan yang sebenarnya (halah, apa coba).

 

Rasanya baru kemarin kami semua berkumpul disini, dengan muka-muka polos nggak tau apa. Bingung habis ini kudu kemana, ngambil apa, trus kudu ngapain lagi. Ngeri ngeliat senior-senior pake almamater dg wajah galak seliweran (mupeng kalo ada yg bening dan cakep :p). Eh.. nggak taunya momen itu udah berlalu hampir empat tahun. Hari ini kami ngumpul lagi di tempat ini untuk ‘episod terakhir’ kami agustus nanti :)

 

Enggak taunya kita udah nggak ada kuliah lagi…

Enggak taunya kita udah gak ikutan kepanitiaan lagi…

Enggak taunya dulu deket sama ini, sekarang malah jauh dan sebaliknya…

Enggak taunya udah banyak cerita aja..

dan kenangan,

dan harapan,

dan sebentar lagi kami malah udah sampe di episod terakhir,

tapi adalah awal dari kehidupan kita yg sebenarnya.

 

Enggak taunya kita uda mau wisuda yah, kawan-kawan? :D

 

-pulang dari daftar wisuda, kok sedih yaa mau pisah sama kalian :(

jika kami bersama…

Minggu 14 mei kemarin, setelah merencanakan seminggu sebelumnya, akhirnya dua sohibku, ima dan tsuki hijrah ke tempat tinggalku dan julli yg notabenenya jauh dari peradaban makanya jadi jarang dikunjungi (apasih?). Rumah pertama yg mereka kunjungi adalah rumah julli. Aku yang sedang santai dirumah langsung saja meluncur kesana juga. Setelah ngobrol-ngobrol sebentar (dan milih-milih baju agak lama) kami meluncur ke dagang lumpia enak, kata julli, yang ternyata benar-benar enak, dan dilanjutkan makan bakso bareng di dagangnya (gak tau apa nama warungnya :p).

Setelah kenyang (kekenyangan tepatnya), kami meluncur ke rumahku. Disana kami akhirnya menemukan sebuah short hitam pendek untuk julli yang kebingungan (yaa meskipun agak sempit, bisa masuk lah :D ). Setelah cucimuka-sisiran-gantibaju kamipun meluncur menuju pantai Tanah Lot, berpasangan dua-dua (baca: boncengan motor, aku & julli vs ima & tsuki). Perjalanan menuju Tanah Lot sungguh penuh perjuangan, habisnya banyak bus pariwisata, hari minggu siiih…

Sampai di pantai eksotis ituuu, setelah nekat niat masuk tanpa tiket tapi akhirnya hampir dipermalukan sama oom-oom di pengecekkan tiket, kamipun langsung menuju deretan pedagang aksesoris. Maklum, cewek-cewek kalo uda ngumpul dan dateng ke tempat-tempat seperti ini pasti deh… laper mata. Setelah membeli beberapa barang, kamipun langsung menuju pantai dan hunting tempat buat fotofoto… Berbekal kamera pocket julli yang mulai agak aneh, ini dia beberapa fotonya…

Pouuuaaah, puas fotofoto dan berhubung hari sudah mulai gelap, kami bergegas pulang ke rumah masing-masing. Eiiit, tapi sebelum pulang, aku yang dari beberapa waktu belakangan emang lagi pengen banget pasang tatto, akhirnya meminta mereka menemaniku mendekati tukang tatto temporary terdekat. Haaa, si oom tukang tatto yang pasang harga mahal banget akhirnya banting harga gara-gara kami nawarnya keroyokan. Jadi deh, satu kupu-kupu keren di kaki kiriku :D Sayangnya dg bodoh, begitu sampai di rumah, saat mandi, aku lupa dan menggosok kakiku dengan shower-puff (bego kan? kan? kan?) T____T

what a great day w/ u girls… :) waiting for next destination :D

dan setelah aku membaca tulisan-tulisan mereka itu…

Egois…
Dua bulan lebih, dan kamu masih saja (hanya) berniat untuk bangkit tanpa benar-benar berjuang untuk pulih. Kamu terlalu manja dengan luka, tanpa menoleh betapa dia ada untuk mengatakan padamu bahwa kamu kuat. Kamu terlalu lemah, jika masih saja membelenggu hatimu dengan perasaan tersia-siakan. Kamu terlalu pengecut, tanpa bisa mengerti apa yang sesungguhnya membuatmu begitu takut. Kekosongan? Kehampaan? Atau rindu yang menyiksa?

Hey, sadarlah! Betapa dirimu sudah muak dengan segala sisi lemah itu. Betapa matamu memohon agar airnya tidak kau sabotase hanya untuk dia yang bahkan di pikirannya tak ada kamu secuil saja. Berhenti memperburuk keadaanmu sendiri dengan masih saja mengingat-ingat hal yang telah pergi. “No matter happen time will pass and things will never come back!” Lihat sekelilingmu. Semua berjalan. Haya kamu yang diam di tempat, tertawa, tersenyum, melangkah tapi dengan penuh kepalsuan. Jangan pikir mereka semua tak melihat itu. Mereka semua ada dan menunggu jiwamu kembali: sahabat-sahabatmu. Mereka yang tau masalahmu, berusaha membantumu berdiri dan menyeimbangkan. Bahkan mereka yang tak taupun mengulurkan tangan menawarkan persahabatan, biar kamu menikmati hidupmu, semua rasa itu. Mereka tak pernah lelah meneriakkan kata semangat di kupingmu, dan yang terpenting lihat, lihat jauh di lubuk hatimu. Diapun berbisik kata yang sama walaupun dengan suara volume terendah. Diapun lelah…

Bangunlah. Coba untuk mendamaikan perasaan dengan logikamu. Coba untuk berbaikan dengan dirimu sendiri. Coba untuk menikmati setiap rasa tanpa harus mengeluhkannya. Berhentilah mencari tempat untuk bersembunyi. Lihat semua cerita yang kau dapat sampai siang ini? Lihat semua tulisan yang kau baca sampai beberapa menit tadi? Mereka merasakannya juga, dan mereka kini jadi pribadi yang jauh lebih baik. Tau kenapa? Karena mereka berani memaafkan dirinya sendiri dan memulai dari awal lagi…

“Maybe you’re reason why all the doors are closed, So you could open one that leads you to the perfect road”

untuk para sahabat dan… diriku sendiri, 07052011

Dari Rektorat sampai Bule Tabrak [Ngomel] Lari

Seharian kemarin aku menghabiskan waktu [aih??] bareng dua sohibku, Ima dan Julli. Dari baru bangun kita uda telpon-telponan memanfaatkan tarif pagi operator ponsel kami yg murah [beuh,murahnya pas pagi doing, dasar penipu! :p]. dan setelah ngobrol ga jelas, kami mutusin buat dateng [juga] ke bukit, tepatnya rektorat, tempat mahasiswa baru pada ngumpul untuk bertemu seniornya, eh, gak juga sih kayaknya. Haha…

Jadi kemarin tu kita ikutan nimbrung di kampus bukit ama temen-temen sejurusan seangkatan [baca: himarambo], buat ketemu ama junior-junior kita. Pagi-pagi berangkat dari ruma dengan Julli ngesot dibelakangku :p. Di perjalanan janjian ketemu ama Ima, biar bareng katenye… dan berangkatlah kami cewe-cewe kece ini dengan jaket sasing yg sama, dan helm yg sama pula, sampe di jalan ada yang ngatain, ‘pasti barengan beli jaketnya yaa’. Wtf, maunya ku sahutin, bukan pak, kita ni anak panti asuhan loh. Wkwkwk…

Sampe di rektorat, kita bertiga jalan dari parkiran menuju teras depan, dan mulailah, kok perasaanku ga enak ya, ada suara-suara alat musik yang dimaenkan bikin aku mikir kalo…

“Eh, ada demo UKM yaa??” ga tau siapa yang nyeletuk, Ima ato Julli.

Dan bener lah sudah. Mereka ada di situ. Temen-temen ukm kesenian [kalo bisa dibilang temen, huh] dan si mantan yg hadoooh, males deh ngejelasinnya. Dan reseklah mereka. Dan jadilah aku bulan-bulanan mereka. Dan jeleklah moodku. Huwaaaaa, niat hunting brondongpun kandas tiba-tiba. [:p]

Mood jelek sedikit teratasi waktu pulang dari rektorat Ima [ato Julli ya?] ngajak nyari Attack di KFC. Aku melihat jam di hp bututku, pas banged jam tiga. Dan kamipun meluncur menuju tkp. Yummmiiii, satu paket attack dan satu strawberry bliss yang bikin kenyang. Perut kenyang, mood-pun membaik, next destination Simpang Siur.

Kalo yang ini emang udah rencana dari awal aku minta mereka nemenin aku ke sono. Ada kepentingan mendesak menyangkut harapan terakhir [hoooeeeek, apaan coba??]. Dan setelah beberapa hari sebelomnya aku [ditemenin Julli] keluar masuk beberapa tempat di Dps dan ga ada hasilnya, aku dapet juga sepatu yang kutaksiiiiiir. :D D

Akhirnya punya keds juga, pikirku. Biasanya yang kupake Cuma flat shoes atau wedges, tapi gara-gara beberapa waktu lalu dapet ceramah dari tanteku yang notabene-nya seorang dokter pas beliau melihat belang di kakiku [geeeeeg, kok belang gitu kakinya??? Pake kaos kaki nae kalo bawa motor, ato pake sepatu yang tertutup, bahaya loh, bias kena kanker kulit nanti], aku langsung mutusin buat beli sepatu keds. Gapapa deh ribet dikit makenya, yang penting selamet dari kemungkinan kena kanker kulit. Hiiiiy, syereeeeem…

Cuma keds kanvas putih biasa, ada lintangan karet warna pink di bagian sol nya yang bikin tu sepatu keliatan menarik di mataku, yeah, simplicity is good. Hohoo… Sebenarnya yang susah nyari ukurannya, gara-gara kakiku ukurannya kecil. Jadi untung banged deh, di SS dapet juga. Kalo ga dapet lagi kaya di tempat-tempat sebelomnya, kesian Julli yang udah rela nganterin muter-muter. Wkwkwk…

Dan petualangan mood hari itu sampai pada puncak waktu di perjalanan pulang aku [mmbonceng Julli] kepisah sama Ima. Tiba-tiba Ima nelpon Julli dan Julli langsung panik nyuruh aku balik arah sambil bilang, “Ima abis dtabrak orang. Balik-balik buk…”

Bah. Tiba-tiba aku yg gemeteran yak? Pikirku. Kita langsung balik arah ga peduli motong jalan ato gimana ceritanya. Ga jauh, kita nemu Ima yang lagi ditolong mas-mas. Kita langsung menepi dan memberondong Ima yang lagi nangis dengan pertanyaan-pertanyaan kayak kuq bisa ditabrak ma, mana yang nabrak, ada yang luka ga????

Ada luka kecil dan memar-memar di badan Ima. Lebih kasian lagi, ternyata dia ditabrak bule [yang bisa bahasa Indonesia] dengan mobilnya. Dia yakin banged udah ada di jalur yang bener dan ga berbuat salah. Tapi tu bule gila Cuma turun sebentar dari mobilnya sambil memaki-maki dia dengan kalimat-kalimat penuh ‘f*ck’ terus ngeloyor pergi gitu aja. Hei, wtf, coba aja tadi pas kejadian aku dan Julli ada disana, udah kulaporin polisi tu bule gila.

Hmphhh… bener-bener akhir hari yang gak bagus. Aku dan julli nganter Ima yang masih shock ke rumahnya sambil tetep maki-maki tu bule sialan. Tapi kita tetep bersyukur luka-luka Ima ga parah….

27agustus09