Setelah berpikir panjang tentang hasrat untuk bisa segera mandiri, keseringan nggak ada kerjaan di rumah, tabungan menipis dan hasrat buat shopping, akhirnya beberapa minggu lalu saya menerima tawaran bekerja di salah satu tempat kursus bahasa inggris dan matematika kiblat Jepang yang berada di dekat rumah saya. Awalnya agak stres juga mikirin jam kerjanya yang menyita waktu banget, (senin-sabtu, mulai jam 9 pagi sampai jam 5 sore), sementara saya masih pengen jalan dan hura-hura bareng teman-teman segenggong saya. Tapi, ya kembali lagi, buat hura-hura saya butuh duit, dan nggak mungkin dong minta mama & ajik lagi, secara gitu yaa statusnya sudah bukan mahasiswa (haaha).
Singkat cerita, hari pertama kerja pun datang. Sehari sebelumnya saya sibuk curhat sana-sini, ngadu ke sohib-sohib terdekat saya apa saya sudah membuat keputusan yang benar dg menerima tawaran kerja tersebut. Sohib-sohib saya balik menceramahi saya untuk keep moving on, nggak ada salahnya dicoba, kata mereka. Hal yang sebenarnya paling saya takutkan adalah kalau-kalau saya tidak bisa menyesuaikan diri dengan mudah. Saya, yang terbiasa bergaul dengan sohib-sohib saya yang notabene-nya nggak ada yg pendiam dan selalu rame (uups) sangat ngeri kalau harus membayangkan bakal kerja dengan suasana sepi dimana sekeliling saya cuma ada orang-orang serius yang cuma bisa fokus dengan pekerjaan mereka masing-masing. Nggak ada rumpi, gosip, ketawa ketiwi, mati sudah…
Ketika saya sampai di tempat kerja di hari pertama, saya malah jadi yang paling pendiam T.T Orang-prang disana menyambut dengan ramai (berlebihan), situasi kerja santai (waktu itu nggak ada bu bos), pokoknya beberapa orang nggak berhenti cekakak’an, begitu jauh dari yang saya bayangkan deh… Tiba-tiba mood saya anjlok, apaan nih, pikir saya. Pulang-pulang saya sudah bikin statement ke mama saya kalo saya nggak betah. Tapi si mama bilang dengan (tumben) bijak, “kan baru… ntar juga terbiasa, dicoba aja dulu”.
Nurut kata mama, hari berikutnya saya berusaha untuk lebih membuka diri pada teman-teman saya. Berusaha berkenalan, dan ikut dalam pembicaraan mereka. Hasilnya, yaa lumayan, nggak buruk-buruk amat. Mereka baik, dengan karakter mereka yang berbeda-beda. Dan ketika tiba saat saya bertemu dengan bos saya, entah gara-gara di CV saya kemarin saya menyertakan pengalaman berorganisasi yang sebagian besar kebagian jadi koordinator publikasi, dekorasi, dan dokumentasi atau bukan, bos saya malah berkonsultasi soal desain ruang kelas kursus pada saya -___-
Hari berikutnya lebih parah lagi, bos saya meminta pendapat sekaligus persetujuan saya untuk penataan satu ruang kelas baru yang akan digunakan bulan depan nanti, mulai dari pemilihan warna cat nya, bangku-bangku, rak apa, bagaimana posisi nya nanti, haaaampir semuanya saya yang ngatur. Bu bos juga menugasi saya untuk bertanggung jawab mengurus isi dari sejenis majalah bulanan yang akan dibagikan untuk siswa dan orang tuanya, mulai dari memilih profil, wawancara, dan lain-lain deh. Hem.. saya makin nggak jelas sebenarnya kerjaan saya disini apa yaa
)
Semakin hari nggak terasa juga ternyata saya mulai menikmati kondisi tempat baru saya ini. Meskipun hari pertama tangan saya berdarah-darah gara-gara pembolongan kertas dan hari selanjutnya malah teriris cutter, saya sih berharapnya stuasi kerja kedepannya nggak membosankan. Doakan saya! (^^)/
