Coba kalian bayangin situasi ini:
Kuliah minggu pertama setelah libur dengan dosen tua yg suka ngomel-ngomel ngatain mahasiswanya ‘bodoh’, tapi tangan kegatelan pengen smsan sama temen or pacar sehingga otak mencari ide biar bisa tetep nyimak kuliah tanpa ketauan lagi smsan. Saya kayaknya waktu itu emang lagi sedikit stres sehingga disaat semua temen-temen kuliah saya bahkan gak berani mengganti posisi duduk mereka barang lima derajat ke kiri, saya malah asik memasukkan jari kanan saya ke dalam tas, memencet-mencet layar hape putih saya yg saya kasi nama monic (gubrak) sambil mata saya sekali-sekali menatap pak dosen yang asik membicarakan daun (baca: smsan).
Lalu tiba-tiba, setelah sekian lama hati saya sulit bergetar karna hal-hal sepele, datanglah satu sms yang, waw, jujur, hampir bikin saya nangis di tempat kalo ga nginget lagi di kelasss aja (wooooo, lebaiiiiii xp).
this is it:
saat semua kisah cintamu tertulis dalam tiap lembar buku hidupmu,
dimana masing-masing cerita dan orang mengisi tiap lembarnya,
ada yang cerah dan kelam disetiap ceritanya,
tuliskan semua cerita tentangku saat semua sudah mulai terisi,
sisakan satu halaman lembar terakhir untukku,
tuliskan semua cerita kita pada lembar terakhir itu,
karena aku ingin menjadi sosok terakhir yang mendampingimu, yang melengkapi semua cerita cintamu,
saat kau sudah menutup buku untuk cerita yang lain…
Coba tebak siapa yang kirim? ;p
sms19022010.11.38am